01
Apr
2022

Rayakan Hari Film Nasional HIMAFISI ISI Surakarta Gelar 303 ON SCREEN

HIMAFISI (Himpunan Mahasiswa Film dan Televisi) FSRD ISI Surakarta merayakan Hari Film Nasional ke-72 dengan menggelar seminar, diskusi dan juga pemutaran film bertajuk 303 ON SCREEN. Acara ini berlangsung pada 31 Maret 2022 di Laboratorium Gedung 4 FSRD ISI Surakarta. HIMAFISI menghadirkan Ravacana Films, sebuah production house dari Yogyakarta yang telah viral dengan film TILIK-nya.

Sesi Foto Bersama dengan Narasumber Egha Muhammad Harismina dari Ravacana Films Yogyakarta (Dok. HIMAFISI ISI SKA)

303 ON SCREEN dibuka oleh Ahmad Fajar Ariyanto, S.Sn., M.Sn. selaku Wakil Dekan 3 FSRD ISI Surakarta. Dalam sambutannya, beliau berharap acara ini dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berkarya khususnya dalam bidang film. Acara yang menghadirkan narasumber Egha Muhammad Harismina dan Ludy Oji Prastama ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat mahasiswa Film dan Televisi dalam memproduksi film terbaiknya. Hadir pula karya film yang diputar dari Komunitas Film Universitas Sebelas Maret dan Universitas Muhammadiyah Surakarta. HIMAFISI pun berkolaborasi dengan HIMAFO (Himpunan Mahasiswa Fotografi) untuk pameran karya fotografi dari mahasiswa Prodi Fotografi dan tidak ketinggalan hiburan dari UKM Band ISI Surakarta.

Pembukaan Acara 303 On Screen: Himafisi ISI Surakarta Rayakan Hari Film Nasional (Dok. HIMAFISI ISI SKA)
303 ON SCREEN dimeriahkan Pameran Fotografi dari HIMAFO (Himpunan Mahasiswa Fotografi) ISI SURAKARTA (Dok. HIMAFISI ISI SKA)
Penampilan UKM BAND ISI SURAKARTA turut meriahkan 303 ON SCREEN (Dok. HIMAFISI ISI SKA)

Film “Lamun Sumelang” karya sutradara Ludy Oji Prastama menjadi film yang dipilih untuk didiskusikan pada sesi screening dan diskusi film. Ada pula film “Avenue” produksi Komunitas Film Kine Club UMS yang disutradarai oleh Cahyo Adi Saputro, serta film “Sartinah” yang diproduksi oleh Marka Cinema dan disutradarai oleh Ardika Surya Adi.

Film “Lamun Sumelang” berkisah tentang tokoh Agus yang ingin menyembuhkan anaknya dari sebuah penyakit dengan mencari tujuh orang tumbal. Ia mencari tumbalnya dengan patokan sebuah cahaya merah pulung gantung penanda orang akan bunuh diri. Pada suatu malam, Agus dihadapkan pada situasi mengejutkan yang mengantarnya ke garis hidup yang pahit.

Ravacana Films melalui pemutaran film “Lamun Sumelang” menitipkan harap bagi penonton untuk tetap merayakan hidup meski hidup itu berat. Melalui film ini, Ludy berharap dari tokoh ‘Agus’ selayaknya kita belajar bahwa kematian tak seharusnya ditakuti.

Penyerahan Kenang-kenangan untuk Ravacana Films

Pulung Gantung, satu mitos yang diangkat oleh Ludy nyatanya menjadi kisah menarik, berawal dari keresahannya atas fenomena bunuh diri di masyarakat hingga akhirnya berhasil menjadi sebuah karya dan mendapatkan pendanaan dari Dana Keistimewaan DIY. Dari Ravacana Films, mahasiswa prodi Film dan Televisi pun belajar bagaimana mereka dapat mengelola tim production house menjadi sukses serta bagaimana cara mereka mendapatkan dana pada film-film karyanya.

Foodtruck di tengah acara 303 ON SCREEN (Dok. HIMAFISI ISI SKA)

“Dengan adanya 303 ON SCREEN ini diharapkan ada interaksi antara filmmakers dan audience khususnya bagi mahasiswa Program Studi Film dan Televisi ISI Surakarta, sehingga kami pun mendapatkan nuansa baru dalam mempelajari bidang film,” ujar Ketua Pelaksana 303 ON SCREEN, Hammad Alfaf Silmy. Hari Film Nasional selayaknya menjadi refleksi seluruh masyarakat Indonesia bahwa memajukan film merupakan tanggung jawab bersama. HIMAFISI hadir untuk mengenang, mengapresiasi, juga memberi dedikasi salah satunya melalui kegiatan ini. []

Penulis: Nafisa Nur Fauziyyah
Editor : Farhana

Share

You may also like...